Tanaman lengkeng berasal dari negeri
Cina (daerah subtropis), agak menyimpang dari familinya sendiri yaitu tanaman
rambutan, kepulasan dan leci. Pohonnya dapat menjadi besar dan bercabang
banyak, daunya rimbun dan masih mampu berproduksi diatas umur 100 tahun.
Buahnya kecil-kecil lebih kurang sebesar kelereng sampai sebesar bola pingpong
(tergantung jenis dan varietasnya), warna buahnya kecoklatan sampai warna
coklat keputih-putihan, daging buahnya berwarna putih agak bening (seperti buah
rambutan), bijinya satu dan warna hitam kecoklatan, rasa buahnya manis dengan
aroma yang khas.
Lengkeng merupakan tanaman keras yang
mempunyai batang kayu yang kuat, system perakarannya sangat luas dan mempunyai
akar tunggang yang sangat dalam (terutama lengkeng yang dari biji) sehingga
tanaman ini sangat tahan terhadap kekeringan dan tahan terhadap roboh sehingga
sangat cocok ditanam pada lahan yang kering (pegunungan) yang agak kekurangan
air.
Daun lengkeng berwarna kehijauan,
tetapi ada juga yang berwarna kemerahan pada ujungnya tergantung varietasnya.
Bunga lengkeng berbentuk malai yang berada pada ujung ranting-ranting, warnanya
kuning muda atau putih kekuningan ukurannya sangat kecil. Tanaman lengkeng bisa
berbuah pada saat musim tertentu menjelang pertengahan musim kemarau, akan
tetapi setelah ditemukannya cara membuahkan lengkeng waktu berbuah bisa diatur
tergantung selera kapan mau dibuahkan.
Pada varietas lengkeng dataran tinggi dapat tumbuh dan berproduksi dengan optimal
pada ketinggian antara 300 - 900 meter di atas permukaan laut, akan tetapi
setelah ditemukannya varietas lengkeng dataran rendah tanaman ini dapat tumbuh
dan berproduksi dengan baik pada ketinggian antara 5 sampai 600 meter di atas
permukaan laut.
Lengkeng dapat tumbuh dan berproduksi
dengan baik ditempat- tempat yang terbuka atau tidak terlindung, sebab tanaman
ini sangat membutuhkan sinar matahari sepanjang hari , tanah yang diperlukan
untuk tumbuh dengan baik yang bertekstur halus dengan pH antara 5,5 sampai 6,5.
Tanaman lengkeng tumbuh dengan baik pada iklim tipe B (basah), tipe iklim C
(agak basah) dan tipe D (sedang).
Perbanyakan tanaman lengkeng bisa
dengan pembiakan generative maupun vegetative, pembiakan generative dengan
menggunakan biji sedangkan pembiakan vegetative dengan cara pencangkokan,
penyambungan, okulasi maupun penyusuan.
Buah lengkeng sangat digemari oleh
semua kalangan lapisan masyarakat karena buahnya yang manis dan segar serta
tidak bergetah pada kulitnya, sehingga buah ini masih di inmpor dari Cina,
Thailand, Malaysia sebanyak 200 000 ton per tahun pada tahun 2008.
Jenis-Jenis Lengkeng
a.
Lengkeng Dataran Tinggi
1. Varietas
Batu
Lengkeng varietas batu termasuk jenis
yang unggul, kulit buahnya agak kasar dan berwarna coklat muda, buahnya lebih
besar, daging buahnya tebal dan mudah dilepas dari bijinya.
2.
Varietas Kopyor
Lengkeng varietas ini daging buahnya
halus berwarna coklat agak kekuningan, daging buahnya sulit dilepas dari
bijinya, jumlah buah tiap malainya sangat banyak akan tetapi harga di pasaran
biasanya lebih murah.
b.
Lengkeng Dataran Rendah (lengkeng pilihan)
1.
Diamond river
Daun : lanset, hijau cerah, panjang
10 cm, lebar3 – 4 cm
Tajuk : kompak, cabang mudah membelah
Buah :
daging agak tebal, berair, biji agak kecil dan beraroma
Masa berbuah : 1,5 – 2 tahun dari bibit asal sambungan
Produktifitas : 10 – 20 kg/pohon dari pohon berumur 2 tahun
2.
Aroma durian
Daun :
lurus, kaku dan hijau tua
Tajuk :
percabangan kokoh, tidak menjutai
Buah :
daging tebal, biji kecil, kering, kulit putih, berpelat, beraroma durian.
Masa berbuah : 1,5 tahun dari bibit hasil sambungan.
Produktifitas : 2,5kg/pohon dari pohon berumur 1,5 tahun
3.
Pingpong
Daun :
oval, panjang 11 cm, lebar 4 cm, tepi daun melengkung
Tajuk :
cenderung ngelancir
Buah : seukuran bola pimpong, daging
tipis, biji besar, kering, beraroma.
Masa berbuah : 1 tahun dari bibit sambungan
Produktifitas : 1kg/pohon dari pohon berumur 7 – 8 bulan
4.
Itoh
Daun :
lurus, agak tebal, besar, panjang 18 – 22 cm
Tajuk :
rimbun, cabang menjuntai
Buah :
daging tebal, kering biji kecil
Masa berbuah : 3 tahun (dengan perlakuan khusus)
Produktifitas : 30 – 35 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun
5.
Bagqiu
Daun :
lebih panjang 2 – 2,5 cm dari daun itoh
Tajuk :
percabangan lebih kokoh
Buah :
tebal, kering, biji kering kulit putih bersih
Masa berbuah : 3 tahun (dengan perlakuan khusus)
Produktifitas : 25 – 30 kg/pohon dari umur 3 tahun.
6.
Kristal
Daun :
kurus, panjang 19 – 23 cm, lebar 5 -6 cm hijau muda
Tajuk :
menjuntai kebawah batang seperti terkulai lemas
Buah :
daging buah tebal 4 – 5 mm, kering, kenyal kadar gula 23 briks
Masa berbuah : 3 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktifitas : 35 – 48 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun.
7.
Jenderal
Daun :
lebar, agak panjang dan tanpa lekukan
Tajuk :
lebar
Buah :
daging buah putih, kering, beraroma seperti diamond river, biji kecil
Masa berbuah : 3,5 tahun dari bibit asal sambungan
8.
Puang Rai
Daun :
daun muda lurus dan datar, daun tua bagian tepi melengkung
Tajuk :
pertumbuhan cabang cenderung ke atas, cabang lebih liat, cocok untuk tabulanpot
Buah :
daging tebal 5 mm, biji kecil, dibeberapa tempat berair
Masa berbuah : 1 tahun dari bibit hasil sambungan
Produktifitas : 20 kg/pohon dari pohon berumur 5 tahun.
9.
Satu Jari
Daun : agak pendek,
panjang 16 cm, lebar 4,5 cm, hijau tua, ruas batang
Sangat pendek, letak tepat berhadapan dan
rapat
Tajuk : pertumbuhan
cabang cenderung ke atas dan lebih kokoh, cocok untuk
Tabulanpot
Buah : kulit buah muda
hijau muda, kulit buah matang gading, daging buah
Tebal, kering.
Masa berbuah : 2 tahun dari bibit hasil sambungan
Prodoktifitas : 4 kg/pohon dari pohon berumur 3
tahun.
10.
Si Chompu
Daun :
mirip daun rambutan, panjang 19 cm, lebar 6,2 cm
Tajuk :
percabangan lebih kokoh
Buah :
seukuran itoh, biji kecil, daging kering
Masa berbuah : 3 tahun (dengan perlakuan khusus)
Produktifitas : 50 kg/pohon dari pohon berumur 3 tahun.
11.
Verny
Daun :
mirip rambutan, panjang 24 cm, lebar 6,5 cm
Tajuk :
rimbun
Buah :
kulit tebal, besar seperti pimpong, daging tebal dan kering
Masa berbuah : 5 tahun dari bibit sabungan (dengan perlakuan khusus)
Produktifitas : 7,8 kg/pohon umur 5 tahun.
PENANAMAN
DAN PEMELIHARAAN
1. Penanaman
Sebelum dilakukan
penanaman terlebih dahulu lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau gulma,
karena tanaman lengkeng tumbuh dengan baik apabila lahan terkena sinar matahari
secara penuh, kemudian dipasang ajir untuk menentukan jarak tanam. Jarak tanam
yang diperlukan untuk lengkeng dataran tinggi biasanya 10 meter x 10 meter pada
tanaman lengkeng dataran rendah jarak tanam 6 meter x 7 meter, 7 meter x 8
meter, 7 meter x 9 meter (jarak tanam tergantung pada kesuburan dan topografi tanah).
Lubang tanam perlu dibuat pada tanah-tanah yang liat
(lempung), tanah bercadas (tanah latosol, grumusol) dengan lebar lubang 60 x 60
cm, 75 x 75 cm dengan kedalaman lebih kurang 60 cm. Kemudian lubang tanah diisi
pupuk kandang yang sudah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 3 (tanah) :
1 (pupuk kandang), pada tanah-tanah berpasir/sedikit bergambut pembuatan lubang
tanam sekitar 30 x 30 cm dengan kedalaman sekitar 25 cm kemudian pupuk kandang
langsung dicampurkan dengan tanah.
Penanaman
sebaiknya dilakukan pada saat musim penghujan agar tanaman tidak terlalu setres
dilapangan kemudian diberi naungan sementara agar daun tidak mongering, pada
tanah yang berpasir/bergambut tanah disekitar tanaman perlu dipadatkan agar
tanah tidak mudah kering.
2. Pemupukan
Pemupukan tanaman lengkeng dilakukan 4 kali dalam setahun (tergantung
jenis
tanahnya) 2 kali dipupuk dengan NPK pada saat awal usim penghujan dan
pada awal musim kemarau, pemupukan ketiga dengan menggunakan pupuk kandang/kompos pada saat awal musim
kemarau dan pemupukan yang keempat dengan menggunakan pupuk KNO3 dosis
disesuaikan umur tanaman, pemupukan dilakukan pertengahan musim kemarau (untuk
merangsang pembungaan pada tanaman lengkeng).
3. Pemangkasan
Pemangkasan tanaman lengkeng bertujuan untuk
memperbaiki tajuk tanaman, membuang cabang yang tidak produktif, membuang
cabang yang terserang penyakit, mengatur tinggi tanaman agar berbuah tidak
terlalu tinggi serta bertujuan untuk membuahkan tanaman.
4. Cara Membuahkan Lengkeng
Pada tanaman lengkeng yang sulit berbuah perlu ada tatacara membuahkan
antara lain:
a. Pemotongan akar pada musim
kemarau, hal ini bertujuan untuk menguragi penyerapan larutan makanan terutama
unsure N dari dalam tanah.
b. Pengeratan (ringing) pada
batang tanaman yang bertujuan untuk menghambat pengangkutan (translokasi)
karbohidrat.
c. Pengikatan batang dengan
kawat.
d. Pemangkasan (pruning)
daun-daunya, agar tidak terjadi penimbunan karbohidrat
e. Perlakuan pemupukan dengan
KNO3 ditambahkan boster lengkeng (vitalongan)
f.
Pemupukan dengan potassium klorat, atau sodium klorat (yang
dikenal dengan bahan peledak).
5. Perawatan Bunga dan Buah
Agar bunga bisa menjadi buah kondisi tanah harus dalam
keadaan cukup air, karena apabila tanah
sampai kekeringan maka bunga akan rontok, saat muncul bunga sampai dengan
pembentukan buah perlu disemprot dengan MKP, speedfol boron. Penyemprotan
selang seling kedua bahan tersebut yang dicampur dengan insektisida (starmek)
untuk mencegah penggerek daun, bunga dan buah. setelah bakal buah sebesar
kelingking anak keci bisa dilakukan pembungkusan dengan bahan bambu yang
dianyam khusus atau jarring selambu. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya
hama kelelawar atau hama yang lain.
6. Pemanenan
Ciri buah lengkeng yang sudah tua dan masak adalah
warna kulit coklat tua, berbau harum, daging buah tebal bila dikupas dan
rasanya manis, cara pemanenan dengan memotong tangkai buah dengan menggunakan
pisau atau gunting, hal ini dimaksutkan agar cabang cepat tumbuh tunas baru
sehingga berpengaruh untuk pembungaan selanjutnya dan tajuk terbentuk dengan
bagus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar